Tutorial Singkat Belajar Photography Otodidak Untuk Pemula

Tips untuk fotografi pemula

Untuk pemula, belajar photografi otodidak ialah hal yang cukup susah. Ditambah, untuk mereka yang tidak pernah memakai camera.

Dalam kerangka memakai camera ini bisa di definisikan selaku pengetahuan mengenai langkah kerja camera entahlah yang DSLR atau camera biasa [termasuk camera hp].

Lebih baik kembali jika anda pun memahami beberapa tehnik landasan ambil photo yang benar dan baik.

Kenapa sih dua hal di atas penting untuk dipahami photografer? Sebab photografi ialah pengetahuan tehnis tetapi dalam prakteknya cukup fleksibel dan tidak terlilit pada satu atau dua tehnik saja.

Walau diterima photografi sama dengan pengetahuan ringkas yang lain perlu pengetahuan teoristik, praktek dan kreasi tiap pribadi.

Saat sebelum belajar photografi, cari info dahulu arah anda belajar photografi. Apa untuk sekedar salurkan hoby atau untuk tuntutan pekerjaan dan usaha.

Arah itu selanjutnya bersumber pada satu perihal, yaitu apa anda ingin lagi belajar photografi selaku pemula atau mungkin tidak.

Saat sebelum lanjut, saya pengin mengulas beberapa fakta yang kemungkinan penting dipahami oleh anda yang pengin belajar photografi secara otodidak.

 

Cara belajar fotografi pemula

 

Kenapa harus belajar photografi?

 

Minat tiap orang pada satu ketertarikan pasti berbeda. Ada yang ketarik pada computer, blogging, olahraga, video, desain grafis, photografi dan lain-lain.

Waktu seorang pengin belajar photografi tiada punyai basic pengetahuan yang ideal, tentu bakal ada orang yang bertanya faktanya.

Misalnya, kenapa harus belajar photografi? Apa urgensinya? Apa keuntungan belajar photografi? dan lain-lain.

Anda pasti punyai jawaban sendiri. Jawaban itu yang kemungkinan melandasi semangat untuk selalu belajar.

Walau cukup individual, tetapi sejumlah besar merujuk pada banyak hal berikut ini, misalnya:

 

Photografi ialah dunia yang aktif

 

Di awal tahun 1800-an sampai tengah tahun 1900-an, dunia photografi ialah dunia yang kaku dan cuman dicicipi segelitir orang.

Sesudah camera Kodak dipasarkan secara komersil untuk pertama kali, perjalanan photografi jadi semakin lebih aktif.

Karena itu anda dapat dengan gampang menyaksikan bermacam aktivitas photografi dan kreasinya seperti selfie atau album photo di Facebook.

READ  Belajar Tehnik Komposisi Photography

Walau kesempatan menjadi photografer profesional terbuka lebar di zaman digital ini tetapi tidak seluruh orang dapat hasilkan satu kreasi photografi yang menarik dan bagus.

Disini peranan evaluasi photografi itu diperlukan. Baik yang pengin belajar photografi secara otodidak atau kebalikannya.

 

Ada beberapa jenis photografi

 

Bersamaan dengan perubahannya yang masif, aliran-aliran photografi selanjutnya banyak muncul satu per satu.

Dimulai dari photografi alam liar, bawah air, pernikahan, photo wartawan, mode, beauty, rooftopping dan lain-lain.

Seluruh saluran di atas akan menjelaskan jika photografi tidak lagi pengetahuan kaku tapi selaku seni. Seni membuat gambar dari sinar.

Seni-seni itu yang melandasi terciptanya saluran di atas. Dalam kerangka photografi, saluran ini dikatakan sebagai jenis.

Jenis adalah faktor terpenting yang perlu diputuskan oleh anda yang pengin masuk ke dunia photografi.

Selanjutnya jenis itu yang akan tentukan apa anda serius memperdalam dunia photografi atau mungkin tidak.

 

Menjadi pengetahuan

 

Tahu tidak jika photografi sekarang telah didalami di kampus-kampus? Tentu tahu dong. Di Indonesia banyak universitas yang membuka prodi Photografi.

Dalam kata lain, photografi telah masuk ranah ilmiah yang dalam implementasinnya akan condong lebih fungsional.

Tujuannya bagaimana ya? Tujuannya, di saat didalami, dia akan fokus pada faedahnya untuk manusia dibandingkan selaku seni atau hoby.

 

Selaku usaha yang menggiurkan

 

Di zaman kekinian ini, photografi sudah jadi salah satunya tempat usaha yang menarik dan janjikan. Apa lagi bila anda yang pengin hasilkan uang dari hoby.

Anda dapat manfaatkan hoby dan camera yang dipunyai untuk hasilkan uang dengan buka studio photografi sendiri di dalam rumah atau menjualnya di situs jual-beli photo.

Nah kurang lebih itu empat fakta khusus kenapa harus belajar photografi. Semoga, empat hal di atas cukup sebagai wakil penglihatan beberapa orang mengenai fakta kenapa harus belajar photografi.

Nah tiada perlu lama-lama, berikut dihidangkan artikel mengenai tutorial singkat belajar photografi otodidak untuk pemula.

 

1. Mengenali langkah kerja camera

 

Dalam kerangka ini, ada dua hal yang pengin saya tegaskan yaitu:

Pengenalan langkah kerja camera

Mengenal camera yang dipakai

Supaya bisa pahami dua ini anda dapat belajar dahulu mengenai langkah kerja camera secara tehnis, apa beberapa fiturnya terhitung kekurangan dan keunggulannya.

Bila andaikan anda memakai camera DSLR seperti Canon atau merek lain karena itu pengenalan pada feature ialah hal pertama yang perlu dikerjakan.

READ  5 Panduan Tambahan Untuk Photography Landscape

Pengenalan ini selanjutnya akan menolong anda untuk mengenali aksesoris-aksesoris yang ada pada camera dan keterikatannya satu dengan lain.

Dimulai dari Lensa, ISO, shutter speed dan lain-lain. Dengan begitu, kesempatan untuk hasilkan gambar yang menarik dan bagus makin terbuka lebar.

kerjakan hal sama jika anda memakai camera handphone atau hp. Walau cukup berlainan, tetapi beberapa featurenya serupa dengan camera professional.

Rerata camera Android atau iOS telah memberikan dukungan feature Model dimulai dari penataan kontras, situasi, HTT, filter dan blitz.

Bila anda belum pakar memakai feature ini dan tidak mau untuk membaca buku petunjuk pemakaiannya, coba melakukan eksperimen.

Bila anda memakai camera hp waktu melakukan eksperimen, baca artikel saya yang secara eksklusif mengulas hal itu dengan click di sini.

2. Tentukan jenis photografi yang akan diambil

 

Cara ke-2 dan yang cukup penting ialah pilih jenis photografi apa yang ingin ditekuni. Ada banyak jenis photografi yang ada sekarang ini.

Masalah jenis ini telah saya bahas pada salah satunya artikel saya yang dengan judul 28+ jenis di dunia photografi, termasuk beberapa jenis photografi berlebihan.

Kenapa jenis penting? Ini seperti jalur kuliah yang ingin diambil. Makin detil jalur kuliah itu makin besar kesempatan anda menjadi pakar di bagiannya.

Jangan tentukan seluruh jenis, apa lagi bila camera yang dipakai itu tidak memberikan dukungan penggantian lesa.

Karena, salah satunya langkah supaya anda dapat dikatakan sebagai photografer yang profesional dengan pilih satu jenis atau saluran saja.

Tidak apa-apa sich pilih dua jenis atau bisa lebih seandainya masih sama-sama terkait satu yang lain hingga dapat diaplikasikan secara bertepatan.

Misalkan, jenis wedding fotografi punyai keterikatan dengan photojournalism sebab sama mendokumentasikan peristiwa atau kejadian.

 

3. Belajar mengenai angle

 

Angle atau pemikiran ialah lingkup pojok incar lensa pada object yang ingin diambil gunakan camera.

Berkaitan dengan angle ini, sesungguhnya telah saya bahas pada salah satunya artikel saya yang dengan judul langkah pilih angle yang pas untuk photo.

Sebab pojok incar ini benar-benar luas, coba melakukan eksperimen. Misalkan, bila anda akan ambil photo pohon, silakan mengambil pojok dari bawah, atas [bisa gunakan drone], samping kiri, samping kanan, pojok spesifik dan sebagainya.

Ingat, tidak seluruh angle yang di tentukan itu akan hasilkan photo yang baik, pas dan seperti keinginan.

READ  7 Trik Menghasilkan Photo Kece Dengan Benda Simpel Yang Murah Dan Meriah

Karenanya, waktu ambil photo pada satu pojok, kiri misalkan, ambilah photo sebanyak-banyaknya lalu penyeleksian mana photo yang terhebat.

Waktu melakukan eksperimen, jangan konsentrasi pada object lain, rumah misalkan. Konsentrasi pada satu object saja, dengan penyeleksian angle yang berbeda.

Ingat , jangan mengambil satu photo pada satu angle sebab ini mengecilkan kesempatan anda untuk hasilkan photo yang baik.

Bila anda telah ambil 20 photo pada satu angle, berpindah ke angle lainnya. Kerjakan hal sama pada pojok itu.

Bila anda berasa cukup, cara setelah itu memisah photo yang mana paling baik untuk dipakai.

 

4. Mengenali shutter speed, ISO dan aperture

 

Tiga point di atas cukup tehnis, berikut keterangan secara singkat:

Shutter speed atau kecepatan rana ialah penataan landasan camera untuk menyaksikan berapakah lama saat yang diperlukan oleh sensor camera untuk tangkap object. Pada intinya, kecepatan rana menolong tingkatkan formasi gambar. Komposisi ialah komponen penting yang lain dapat membuat gambar nampak lebih menarik.

ISO sendiri punyai keterikatan dengan shutter speed. Penataan ISO yang pas akan membuat dampak yang istimewa pada gambar hingga hasilnya lebih baik

Di lain sisi, yang peranannya tidak kalah penting ialah Aperture atau bukaan yang berperan untuk buka atau tutup katup pada lensa hingga sinar yang masuk bisa ditata dan disamakan sama kemauan

Untuk saya individu, bila anda telah kuasai tiga faktor di atas secara baik, apa lagi yang bisa mengendalikannya secara manual, anda telah pantas disebutkan profesional.

 

5. Pakai peralatan simpatisan lain

 

Jangan remehkan peranan simpatisan lain, tripod atau blitz misalkan. Tripod dapat menolong anda menguatkan status camera supaya stay alias tidak bergerak.

Maksudnya untuk meminamilir getaran di saat anda ambil photo dengan tangan. Getaran ini dalam pengetahuan klinis diketahui dengan arti intermintent tremor.

Sesaat, blitz menolong anda untuk sesuaikan dengan sinar yang ada waktu itu. Terutama bila anda ambil photo in-door yang minim sinar.

Disamping itu, peralatan simpatisan lain seperti memori card dan baterei cadangan harus juga ada, terutama bila anda sedang belajar photografi secara otodidak dalam tempat spesifik.

 

6. Tetaplah belajar

 

Yang paling paling akhir ialah jangan sampai stop belajar. Kecuali belajar, asah lagi kekuatan dan kreasi yang dipunyai.

You May Also Like

About the Author: Nice