Tips Melakukan Fotografi Forensik

Tips fotografi forensik

Fotografi forensik (forensic fotografi) dapat disebutkan Tempat peristiwa pekara fotografi (TKP). Definisinya ialah ” Kegitan menulis performa awalnya dari TKP menulis performa awalnya dari TKP serta bukti fisik, dalam rencana memberi catatan tetap untuk pengadilan / kehakiman.

 

Pebedaan TKP fotografi berlainan dengan fotografi biasanya ketidaksamaanya ialah :

 

  1. TKP fotografi mempunyai arah untuk mendokumentasikan tiap photo / peristiwa.
  2. TKP fotografi menjadi sumber penting dari bukti fisik yang dipakai untuk menyambungkan atau link terduga untuk episode, korban untuk episode, serta terduga ke korban.

Apa saja yang diketemukan di TKP menjadi bukti fisik. Di TKP penyidikan ilmiah, aktivitas pertama kali di TKP penting untuk konservasi berhasil dari bukti fisik. Informan pertama kali serta pada akhirnya TKP penyidik mempunyai keharusan untuk bikin episode aman serta pastikan jika tiap aktivitas selanjutnya dalam tempat peristiwa tidak mengganti bukti. Pemakaian cara keamanan bertingkat akan mengakhiri pekerjaan ini. Survey episode awalnya ialah yang pertama kali kegiatan di-scene

Seluruhnya fotografi forensik harus menimbang 3 elemen di TKP: subyek, rasio, serta object rujukan. , beberapa foto forensik keseluruhnya harus diperlihatkan representasi netral serta tepat.

 

Tips fotografi forensik

 

Contents

READ  Memutuskan Camera Untuk Fotografi Jalanan Bagi Pemula

Tips untuk memperoleh bukti forensic photo yang tepat

 

  1. Informan pertama kali , jadi yang pertama kali di TKP itu hal yang berbaik dari bukti yang ada ini kerap tidak terwujud karea photografer kerap kali tiba sesudah polisi tiba yang kadang bukti orisinal bisa raib, tersamarkan, atau berbeda wujud serta tempatnya. Ini akan kurangi ke akuratan dari penghimpunan bukti baik itu bukti photo serta semacamnya.

 

  1. Kemanan di TKP, Sering situasi atau tempat TKP telah amburadul sebab jumlahnya atau gampangnya access masuk bai orang yang tidak memiliki kepentingan serta yang berkepetingan hingga hal yang berlangsung dapat tersamarkan , misalnya pencurian beberapa orang yang masuk hingga pintu berjejal beberapa orang hingga dapat menghancurkan pintu rumah yang semestinya dapat nampak bagaimana perampok masuk jadi tidak bisa disebabkan pintunya hancur sebab jumlahnya orang yang masuk di tempat TKP. Contoh yang lain ialah tempat kebakaran, beberapa orang pengin selamatkan barang barang yang telah terbakar atau belum hingga kesusahan dalam tentukan sumber dari kebakaran tersebut.
READ  5 Panduan Untuk Memperoleh Hasil Optimal Dari Photografi Pernikahan Anda

 

  1. Rekonstruksi peristiwa pertama kali, jadi orang pertama kali di eksperimen peristiwa ialah poin penting hingga dapat menulisa dengan detil peristiwanya hingga memberi bukti yang pas serta tepat

 

Jadi forensi photografer harus mempunyai 3 ide fotonya yang perlu dipunyai

 

3 ide photo forensik

  1. Subject
  2. Rasio
  3. Rujukan objek

 

TKP photo selalu harus jadi konsentrasi , dengan subyek dari photo jadi object penting dari TKP. Selalu harus ada rasio atau penduannya. ini dibutuhkan untuk visualisasi , penyidikan, serta pembuktian betul tidaknya terduga, korban , saksi di TKP. Photo keseluruhannya awalnya harus berupaya untuk tangkap tempat bukti serta feature mengenali episode, seperti alamat , nomor analisis kendaraan serta nomor seri , sepatu, serta situasi tempat peristiwa. photo harus mengambarkan keseluruhannya tempat TKP , dalam seluruhnya photo harus ada rasio yang isertakan, pemberi tanda rasio, selanjutnya peralatan photo yang digunakan, rasio yang digunakan rasio yang pasti serta bisa diperbandikang secara benar. Tidak dapat memakai rasio yang asal serta tidak diakui dengan internasional seperti rasio cm bukan memakai referensi seperti batu bata, atau ukuran keramik. Serta seluruhnya photo harus memakai konsep photo yang benar dan baik seperti Exposure yang betul tidak gelap serta teralalu jelas, Tidak keliru dalam seting warna kecemerlangan ,white balance dari kamera hingga dapat ke arah beberapa hal lainnya seperti warna kebiru biruan, kekuning kuningan. Ini dapat membuat ketidaksamaan presepsi yang menyaksikannya.

READ  Pemahaman Fotografi Forensik

 

 

Seting standar yang dibutuhkan untuk fotografi forensik

 

  1. Seting High res photo berbentuk TIFF serta RAW , yang mana di Indonesia sering gunakan pola JPEG yang semestinya dapat di seting semakin tinggi
  2. Seting exposure secara benar hingga ketepatan / konsentrasi dapat pas hingga kamera tidak shake atau blur
  3. Gambar Mempunyai formasi yang pas (pakai lensa yang pas untuk memperoleh ukuran yang pas) biasa memakai lensa 50 mm

 

Peralatan forensik fotografi yang dibutuhkan

 

  1. Catatan / catatan / kertas gambar, termasuk juga alat tulisnya)
  2. Kamera foto serta video
  3. Lensa normal, wide, makro
  4. Flash
  5. Tripod
  6. Alat pengukur serta alat analisis
  7. Kompas
  8. Pengambilan foto terstuktur dengan posisi yang betul

 

Dengan mengenali apa yang dibutuhkan untuk pengambilan foto diinginkan bukti yang dihimpun bisa menolong penyidikan dari yang dibutuhkan untuk pembuktian di pengadilan.

You May Also Like

About the Author: Nice