Photography Arsitektural Tehnik Komposisi Efisien

Cara Melakukan Photografi Arsitektural

Untuk ambil sasaran bangunan yang serba mengagetkan, formasnyai juga penting, sebab ini tentukan peletakan subyek dalam frame. Di Sisi 3 pada seri 4 sisi ini, kita akan menyimak tehnik komposisi efisien yang akan menunjukkan subyek Anda

 

Masukkan orang dalam panorama

 

Meskipun Anda kemungkinan cuma pengin memfoto bangunan tersebut, tetapi pada hampir semua arah rekreasi, akan ada orang disekelilingnya. Karenanya, walau ada saatnya Anda harus menanti sampai tidak ada orang di seputar, Anda bisa juga menimbang untuk mengikutkan orang dalam sasaran Anda untuk membuat polesan akhir yang baik pada photo Anda. Beberapa orang dapat cukup efisien untuk memberi kesan-kesan rasio bangunan yang Anda potret, jadi tujukan untuk memfoto mereka jika kebenaran ada pada status yang tidak merintangi penampilan bangunan, atau jika ada seorang yang berfoto bagus sekali.

READ  Tips Terbaik Untuk Mengawali Fotografi Dokumenter

 

Pakai lensa telefoto dan tempatkan bangunan di background gambar

 

Lensa telefoto ialah lensa dengan pemikiran sempit yang tangkap beberapa panorama. Sesudah memutus subyek khusus, langkah Anda mengikutkan bangunan di background akan memberikan ketidaksamaan besar, bergantung status Anda dan pada pojok mana camera diposisikan. Misalnya, tempatkan bunga di muka bangunan sebagai subyek khusus sekalian menjadikan satu sisi bangunan yang mencolok di background akan menambahkan daya tarik bangunan.

Baca Juga selengkapnya Photografi Arsitektural Memfoto Bangunan di Malam Hari

 

Tangkap gambar orang bergerak yang diburamkan dengan rana lamban

 

Jika mengikutkan orang dalam frame pada saat memfoto bangunan, jika mereka memimpin latar depan, mata penonton condong tertuju ke muka orang. Di saat semacam itu, coba memakai kecepatan rana lamban. Dengan memburamkan gambar orang – yakni, jika mereka diamankan selaku kabur pergerakan – Anda dapat menahan penonton tidak untuk menujukan perhatiannya ke salah seseorang di keramaian, hingga sasaran bangunan bertambah lebih mengagumkan. Dan, sebab goyangan camera gampang berlangsung pada kecepatan rana lamban, karena itu, pada saat lakukan pengambilan foto dengan memegang camera, tentukan kecepatan rana ke seputar 1/4 detik pada yang paling rendah, dan statuskan camera secara oke.

READ  Panduan Fotografi Pernikahan

 

Penataan untuk pengambilan foto pada kecepatan rana lamban

 

Untuk pemula, saya anjurkan memakai Aperture-priority AE (Av) model, sebab dengan memutuskan f-number tinggi (misalkan, f/22) dan kecepatan ISO rendah (ISO100), akan mengakibatkan kecepatan rana lebih lamban.

Kebalikannya, bila Anda pengin memutuskan kecepatan rana detil, pakai model Shutter speed-priority AE (Tv). Sesudah memutus kecepatan rana (misalkan, 1/4 detik), camera akan secara automatis tentukan kecepatan ISO dan f-number.

 

Cara Melakukan Photography Arsitektural

You May Also Like

About the Author: Nice