Photography Arsitektural Memakai Panjang Konsentrasi Telefoto 

Contoh Photografi Arsitektural Dengan Lensa Telefoto 

Bermacam-macam bangunan untuk subyek photografi yang terkenal, entahlah yang Anda temui pada saat jalan-jalan di seputar rumah, atau kreasi arsitektur bangunan istimewa monumental di negeri asing.

 

Dalam seri yang terdiri dari 4 artikel ini, dalami secara lengkap berkenaan tehnik yang berbeda untuk tangkap photo bangunan yang mengagetkan. Sisi 2, mengenalkan pemakaian lensa pojok lebar dan telefoto.

 

Contoh Photography Arsitektural Dengan Lensa Telefoto 

 

Tipe lensa apa yang pas untuk memfoto bangunan?

 

READ  11 Teknik Jitu Untuk Menghasilkan Fotografi Arsitektur Yang Keren Dan Menabjukan

Untuk memfoto bangunan keseluruhannya, Anda akan membutuhkan lensa dengan range panjang konsentrasi pojok lebar, sedang untuk tangkap renik-reniknya dari terlalu jauh, Anda akan membutuhkan lensa dengan range panjang konsentrasi telefoto. Oleh karena itu, lensa zoom tunggal yang meliputi range pojok lebar dan telefoto, ialah yang bagus. Kecuali lensa yang dipakai untuk sasaran contoh di sini, kami mereferensikan lensa EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS STM untuk pemakai camera APS-C.

Tangkap panorama yang paling luas dalam range pojok lebar

 

Biasanya, pemikiran yang kurang dari 35mm (*setara film 35mm) ditunjuk selaku “pojok lebar” dan dipakai untuk tangkap tempat yang lebar. Ini memungkinkannya Anda untuk tangkap semua bangunan dari dekat bila Anda tidak bisa mengincarnya dari jauh, atau jika coba tangkap penglihatan yang paling luas pada sebuah ruang kecil.

READ  Perkembangan Fotografi Periklanan

 

Pakai range telefoto supaya renik-renik dapat nampak secara dekat

 

Biasanya, pemikiran yang semakin besar dari 85mm (*setara film 35mm) ditunjuk selaku “telefoto”, dan Anda dapat membuat subyek jauh terlihat lebih dekat dibanding yang sebenarnya saat memfoto dalam range telefoto. Ini bermanfaat jika pengin memusatkan pada renik-renik subyek yang jauh.

Baca Juga selengkapnya 3 Prinsip Landasan Photografi Arsitektural

 

Jika memfoto sisi luar, jauhi memakai lensa dalam range pojok lebar bilamana memungkinkannya

 

Sebab, lensa pojok lebar memakai pemikiran yang memperjelas kesan-kesan jauh, sasaran pada bangunan dalam pojok lebar akan terlihat benar-benar terdistorsi. Supaya tidak mendistorsi subyek, yakni, bangunan, seharusnya Anda berdiri sepanjang kemungkinan dari bangunan itu, dan pakai pemikiran yang lebih dekat ke standard (yakni, lebih dekati pandangan mata manusia), dibanding pojok lebar. Kembali juga, ambil sasaran bangunan dari segi kanan atau kiri, akan memperjelas kandungan distorsi. Oleh karena itu, coba mendapati tempat di mana Anda dapat saksikan langsung pusat bangunannya.

READ  Panduan Street Fotografi

You May Also Like

About the Author: Nice