Pemahaman Fotografi Forensik

Pengertian Fotografi Forensik

Fotografi Forensik ialah photo yang mendeskripsikan satu object, episode, serta kejadian untuk bukti buat dipakai pada suatu proses hukum. Fotografi Forensik ini dapat dipakai dengan detil untuk dokumentasi, riset, intelejen, atau untuk presentasi satu peristiwa di pengadilan. Selain itu, gambar yang dipakai pada suatu proses hukum di pengadilan harus sesuai dengan bukti, dan harus mengikut beberapa aturan yang sesuai yuridiksi dalam tempat itu.

 

Fotografi Forensik bisa disebutkan pencitraan forensik atau fotografi TKP (Tempat Peristiwa Kasus). Fotografi forensik membuahkan reproduksi yang tepat dari TKP atau kecelakaan, buat untuk kebutuhan pengadilan dalam menolong penyidikan. Fotografi forensik adalah sisi proses dari penghimpunan bukti yang mempunyai tujuan sediakan beberapa foto korban, tempat peristiwa, serta beberapa barang yang ada dalam kejahatan. Menyertakan penerangan yang pas, akurasi lensa, serta beberapa pemikiran yang berlainan. Fotografi forensik dipisah jadi 3, yakni: fotografi autopsi, fotografi TKP serta fotografi tehnik.

 

Disamping itu, beberapa gambar fotografi forensik bisa dipakai untuk “mengekstrak” data buat ungkap detil-detail yang tidak kasatmata lewat cahaya x, inframerah, serta ultraviolet. Data-data itu seperti pengukuran jarak, dimensi, tempat.

 

Pengertian Fotografi Forensik

 

 

 

Cara penerangan untuk memfoto bukti

 

Cara penerangan di bawah ini berlaku untuk memfoto beberapa bukti untuk didalami. Dampak harus lebih dulu dilihat untuk memutuskan tehnik penerangan terhebat untuk subyek bukti.

READ  Photography Arsitektural Memakai Panjang Konsentrasi Telefoto¬†

 

  1. 1. Penerangan langsung. Penerangan langsung memakai penerangan salinan normal dengan 1 atau bisa lebih sumber sinar di pojok 45 derajat.Sinar dipantulkan langsung dari subyek ke lensa. Letakkan subyek di pojok 10 derajat dari lensa untuk latar film serta tempatkan sumber sinar di pojok 10 derajat dari subyek. Sumber sinar menggambarkan di pojok 20 derajat mengarah lensa. Sumber sinar kemungkinan perlu ditebarkan untuk menahan hot spot. Cara ini membuat kontras yang tinggi sekali.

 

  1. Penerangan reflektif langsung. Sinar dipantulkan langsung dari subyek ke lensa. Letakkan subyek di pojok 10 derajat dari lensa untuk latar film serta tempatkan sumber sinar di pojok 10 derajat dari subyek. Sumber sinar menggambarkan di pojok 20 derajat mengarah lensa. Sumber sinar kemungkinan perlu ditebarkan untuk menahan hot spot. Cara ini membuat kontras yang tinggi sekali.

 

  1. Penerangan oblique. Penerangan oblique memakai sumber sinar di pojok yang rendah, umumnya untuk tampilkan detil dengan membuat bayang-bayang di atas subyek. Ini biasanya dipakai saat memfoto siaran, sinyal alat serta beberapa macam sidik jemari.

 

  1. Penerangan membal. Sinar membal permukaan reflektif atau putih. Permukaan pental bisa ditaruh di tempat yang lain (di atas atau ke 1 bagian subyek) untuk membuat dampak yang diharapkan. Ini umumnya membuahkan rata yang tidak silau bahkan juga dengan kontras rendah.

 

  1. Penerangan menebar. Bahan kabur ditaruh di antara sumber sinar serta subyek untuk menebarkan sinar. Ini umumnya membuahkan penerangan bahkan juga dengan kurangi refleksi serta hot spot.
READ  9 Tehnik Memfoto Di Malam Hari

 

  1. Penerangan transmisi. Dengan subyek terbuka sumber sinar ditransmisi kan lewat subyek ke arah lensa. Pojok penerangan ditransmisikan serta disamakan dari 90 derajat sampai 45 derajat untuk dampak yang diharapkan.

 

  1. Penerangan sumbu serta arah depan. Sepotong jelas kaca ditaruh antara subyek serta lensa di pojok 45 derajat. Sumber sinar diposisikan sejajar dengan tempat film serta 45 derajat ke kaca. Sesaat sinar ditransmisikan lewat kaca, beberapa tercermin ke bawah langsung di subyek. Tehnik ini efisien jika memfoto sidik jemari dicermin di gelas atau cangkir.

 

Manfaat fotografi forensik

 

  1. Forensik Fotografi , dipakai untuk beri kesegaran daya ingat di tempat bersamaan tidak ada tempat itu lagi atau tidak dapat bawa TKP ke persidangan.
  2. Forensik Fotografi, ini dipakai Hakim , Juri, advokat menjadi tanda bukti atau referensi bahkan juga jadi salah satunya car untuk kumpulkan bukti yang resmi.

 

TEMPAT KEJADIAN PEKARA (TKP)

 

TKP ialah sumber dari bukti fisik yang bisa dipakai untuk menyambungkan terduga, korban yang dibuat dengan episode. Untuk penghimpunan data tesebut jadi bukti bisa dikelompokkan jadi bukti atau data seperti berikut

 

BUKTI TKP :

 

  1. Bukti Biologis : bukti yang dari objek / subject hidup termasuk juga didalamnya cairan, bakteri
  2. Bukti Kimia : bukti yang dari bahan kimia yang ada (tidak selamanya ada) biasa di masalah keracunan, kebakaran, ledakan, yang dari bahan kimia termasuk juga didalamnya air raksa atau cairan kimia seperti sianida serta tipe kimia yang lain. Termasuk juga didalamnya abu asap rokok.
  3. Bukti Memiliki motif : bukti dengan skema seperti finger print, tapak sepatu, ukuran sepatu, kelompok darah
  4. Bukti yang terekam : Bukti dari photo yang terekam dari hal yang paling kecil seperti , bintik lipstik di pakaian, sobekan pakaian, kuku serta lain lain.
READ  Tips Melakukan Fotografi Forensik

 

Kecuali mengenali tipe bukti fisik yang diketemukan di TKP, perlu untuk memperoleh info penyelidikan bernilai dari riset tanda bukti fisik untuk tentukan :

 

  1. Corpus Delicti

Bukti yang tentukan jika perlakuan kejahatan betul-betul berlangsung

  1. Modus operandi identification

Modus yang digunakan untuk lakukan kejahatan , misalnya langkah masuk ke rumah, langkah lakukan polanya , atau langkah untuk kerjakan operasi kejahatan atau kriminil yang dilaksanakan

  1. Association or linkage

Cari jalinan dengan analisis Association atau linkage dari keluarga paling dekat langsung terkait atau tidak terkait dengan cara langsung dengan korban

  1. Disproving/supporting victim/suspect/witness pernyataants

Bukti dari korban, saksi mata yang diberi pertanyaan dengan cara langsung

  1. Identification of suspects/victims/crime scene location

Mengenali terduga, korban di tempat peristiwa dapat berupa sidik jemari atau DNA dari potongan rambut, kulit yang mengelupas, sisa cedera dan lain-lain

  1. Provide for investigative leads for detectives

Sediakan bukti bukti riil jadi tanda bukti untuk penyidikan selanjutnya oleh faksi yang berkuasa untuk cari korban serta terduga

You May Also Like

About the Author: Nice