Panduan Astrofotografi Untuk Kamu Yang Mau Photo Bintang

Semesta alam benar-benar simpan semua keelokan yang kadang membuat seorang terpesona, dimulai dari keelokan panorama pegunungan, pantai, langit, dan yang lain. Spesial untuk Teman dekat Photografi, kemungkinan Anda sudah mengetahui jika tiap panorama kadang memerlukan tehnik spesifik supaya bisa memperoleh hasil gambar yang optimal. Lantas, apa Anda pernah dengar mengenai astrofotografi?

Cabang photografi astrofotografi adalah photografi yang object fotonya terkait dengan beberapa hal astronomi, seperti bulan, matahari, bintang, galaksi, nebula, dan sebagainya. Sebab tehnik astrofotografi tergantung pada object yang pengin Anda photo, saat sebelum mengambil langkah ke object yang begitu susah berikut panduan astrofotografi untuk memfoto bintang.

 

Cara foto bintang

Barang yang dibutuhkan

 

Camera DSLR

Supaya hasil astrofotografi Anda bagus, seharusnya memakai camera DSLR. Sebab dengan memakai camera itu, Anda dapat mengendalikan setting­ camera jadi manual model, ISO, Shutter Speed, aperature, dan mengendalikan konsentrasi sesuai yang Anda harapkan.

READ  4 Hal Yang Harus Anda Kerjakan Untuk Mempunyai Photo Pernikahan Bermutu

 

Tripod

Kecuali camera, saat Anda pengin ambil photo beberapa benda langit, kehadiran tripod sangat penting. Ingat tripod berperan selaku alat yang membuat camera Anda masih diam dan konstan, hingga gambar yang dibuat tidak terbuncang atau blur.

 

Tehnik Astrofotografi Bintang

 

Set Camera ke Manual Model

 

Hal pertama yang perlu Anda kerjakan untuk memutuskansetting-an camera DSLR pada model M atau Manual. Sesudah masuk di dalam seting manual, Anda dapat masukkan beberapa angka berikut ini:

Mengatur ISO sejumlah 3200. Makin tinggi ISO karena itu makin baik, dengan ISO yang tinggi camera Anda akan sensitif pada sinar. Makin besar sinar yang diamankan oleh sensor, karena itu makin terang bintang-bintang yang akan Anda peroleh.

Mengatur F4.0 (atau angka paling kecil) atau setting-an diafragma pada camera. Diafragma ini berperan selaku pengontrol banyak minimal sinar yang masuk di dalam sensor camera. Makin kecil angka diafragma, karena itu makin lebar diafragma yang dibuka dan sinar yang masuk makin banyak.

READ  Tehnik Photo Dalam Astrofotografi

 

Mengatur Exposure time 30″. Penataan ini ditujukan untuk mengelola waktu dari lama waktunya sensor camera dalam tangkap sinar, makin lama karena itu makin banyak sinar yang akan Anda peroleh.

Mengatur Picture model. Saat mengendalikan picture model, pakailah landscape model. Landscape diputuskan sebab saat Anda memfoto langit malam dan object itu mempunyai pemikiran yang lebar, karena itu dianjurkan untuk memakai opsi ini supaya memperoleh warna yang lebih optimal.

 

Kualitas gambar. Ini adalah salah satunya optional yang dapat Anda samakan dengan keperluan dan kemampuan memory yang dipakai. Dalam tehnik astronomi, Anda bisa memakai setting-anLarge, Media atau Small.

 

Memfoto Bintang di Langit

Sesudah mengendalikan camera Anda ke dalam beberapa penataan di atas, sekarang waktunya Anda pastikan jika lensa telah konsentrasi pada object yang memiliki jarak jauh dan ambil gambar. Bila Anda kesusahan ambil konsentrasi, ganti seting lensa jadi autofocus (AF) dan ganti exposure time jadi 10″.Lalu tujukan lensa itu di titik (sinar lampu) paling jauh dan paling jelas. Yakinkan Teman dekat Photografi juga memasangkan camera itu pada tripod, sesudah mendapati spot spesial untuk memfoto dengan background bintang.

READ  Aspek-Aspek dalam Dunia Fotografi Glamour

 

Nah, demikian beberapa panduan astrofotografi untuk ambil gambar. Selamat mempraktikkan dan selamat ambil langit malam yang dihias oleh bintang. Kadang benar-benar susah untuk mendapati pucuk konsentrasi pada bintang jelas, tetapi Anda dianjurkan untuk memakai bintang yang gelap. Kecuali untuk tingkatkan ketepatan, Anda bisa juga berusaha untuk memakai beberapa bintang pada gambar Anda itu.

Baca juga selengkapnya 32 Tipe Fotografi Terhebat Yang Harus Anda Kenali

You May Also Like

About the Author: rudi