3 Prinsip Landasan Photography Arsitektural

Hal Yang Harus Diketahui 3 Prinsip Landasan Photografi Arsitektural

Bangunan—adalah subyek umum photografi, entahlah itu adalah kreasi arsitektur kekinian yang cantik, atau bangunan istimewa yang penuh riwayat. Dalam setiap sisi dari seri 4-artikel ini, bersiap-siaplah untuk pelajari bermacam tehnik yang berbeda untuk tangkap photo arsitektur. Sisi 1 mengenalkan beberapa dasar photografi arsitektur.

 

Hal Yang Harus Diketahui 3 Prinsip Landasan Photography Arsitektural

 

Check penataan camera Anda

 

Jika memfoto fasad bangunan, tentu saja Anda pengin dapat tangkap gambar semua bangunan secara tajam. Kami anjurkan supaya Anda memakai model Aperture-priority AE dan memakai f-number pada segi yang cukup sempit (misalkan f/5.6), yang bukan hanya akan mengakhiri permasalahan resolusi yang lebih kurang kuat dalam perifer gambar, dan juga membuat sinar perifer apa saja yang menimpa (vinyeting) tidak demikian menonjol. Bila tangkap sasaran close-up pada beberapa bangunan, memakai model Aperture-priority AE, memungkinkannya Anda untuk melebarkan aperture untuk membuat dampak bokeh di background photo lebih berpengaruh.

READ  Sudut Pandang Street Fotografi

 

Minimal tidak bakal ada permasalahan untuk memakai penataan Auto White Balance (AWB). Mode camera baru mempunyai kekuatan AWB yang spesial, dan dapat memvisualisasikan beragam warna hampir persis sama sama seperti yang disaksikan secara kasat mata dengan perform yang jarang-jarang terpengaruhi oleh permasalahan cuaca atau subyek.

 

Lihat cakrawala Anda

 

Jika memfoto arsitektur, yang penting ialah pastikan cakrawala ada pada horizontal yang tepat. Bila tidak, photo akan nampak tidak konstan untuk penontonnya. Untuk mengecek cakrawala, hadirkan kisi-kisi di monitor/viewfinder LCD pada saat Anda mengincar.

 

Gambar dengan cakrawala yang lempeng nampak jernih dan terkomposisi secara baik, dan karena itu bisa lebih bagus sampaikan susunan bangunan yang cantik.

READ  Panduan Astrofotografi Untuk Kamu Yang Mau Photo Bintang

Baca Juga  selengkapnya Photografi Arsitektural Tehnik Komposisi Efisien

 

Pakai exposure compensation (ganti rugi penerangan) untuk sesuaikan kecemerlangan

 

Selain itu, jika Anda memfoto dalam model manual exposure (M), camera akan secara automatis memutuskan kecemerlangan (penerangan) untuk Anda. Akan tetapi, ini tidak langsung hasilkan gambar yang mempunyai kecemerlangan yang seperti yang Anda saksikan secara kasat mata—terkadang, Anda hasilkan photo di mana tempat yang sebelumnya ceria, saat ini nampak gelap, dan kebalikannya.

 

Untuk hasilkan gambar yang lebih dekati memvisualisasikan keadaan sebenarnya, dan dengan demikian memberi mendatangkan bangunan yang lebih tepat, gunakan peranan exposure compensation. Di ruang yang jelas dengan beberapa sinar putih, pakai ganti rugi positif; dan dalam ruang yang lebih gelap, ganti rugi ke negatif.

READ  Teknik Dasar Fotografi Bawah Air Untuk Pemula

 

Pakai formasi asimetris

 

Apa saja yang Anda photo, entahlah itu semua bangunan atau cuma beberapa bangunan, lihat formasnyai. Satu formasi yang dapat Anda pakai untuk menyorot design bangunan yakni, formasi simetris, yang memberikan kesan-kesan keteraturan dan tinggalkan kesan-kesan yang luar biasa—sempurna untuk photografi arsitektur.

You May Also Like

About the Author: Nice