14 Panduan Photography Landscape

14 Tips Fotografi Landscape

Tipe photografi landscape ini sebenarnya 90% hanya perlu ada dalam tempat dan saat yang pas.

Itu karena itu mememfoto landscape memang seharusnya sabar dan istiqomah. Bekasnya hanya click, jadi dech!

Tetapi, kadang banyak hal kecil yang terlupa waktu memfoto.

Saya mau mencoba mengingati beberapa hal itu di tips- panduan photografi landscape berikut ini. Silahkan dibaca sekalian ngopi 🙂

  1. Tentukan langit atau dataran?

Silahkan pilih. Yang mana lebih baik? Langit? atau dataran?

Pilih ke-2 nya, mengambil 1/2 dataran dan 1/2 langit. Karena itu photo anda akan berkesan datar, mendua, meskipun kemungkinan waktu itu langit menggebu-gebu.

 

14 Tips Fotografi Landscape

 

Jangan serakah, tunjukkan kemampuan dan diamkan saja kekurangan

 

Waktu sunset atau sunrise langit akan benar-benar memikat. Tapi masih ingat-ingatlah ketentuan classic rule of third.

Selaku rule of thumb, beri sisi yang pengin ditonjolkan sekitar 2/3 dari frame.

Tetapi, ingat-ingatlah ketentuan ini tidak semerta-merta jadikan photo anda bagus. Pakai misi anda sendiri waktu memfoto. Sudah mengetahui ketentuannya? Kalau demikian saat ini waktunya untuk dilanggar 🙂

 

Mencari ‘Titik Konsentrasi

 

Bukan, bukan posisi tempat kita arahkan konsentrasi pada lensa.

Tetapi lebih di titik di mana mata pencinta photo pertamanya kali akan tertuju, stop, baru selanjutnya menelusuri seisi tempat photo.

READ  7 Trik Menghasilkan Photo Kece Dengan Benda Simpel Yang Murah Dan Meriah

Bukan hanya photo landscape, menurut saya nyaris semua tipe photo membutuhkan ini, bila tidak karena itu photo di-skip saja dech hehe!

Focal poin bukannlah POI ( poin of interest), tetapi POI bisa juga jadi focal poin. Malah focal poin yang bisa menjadi titik awalnya untuk mendalami POI.

 

Jangan lupakan Foreground

 

Juga sangat penting dengan latar belakang, foreground dapat jadikan photo kita lebih berdimensi.

Ada kesan kedalaman dari photo kita bila kita pilih menempatkan foreground secara benar.

Sering foreground jadi focal poin dan POI dari photo landscape kita.

Bahkan juga, menurut saya photo landscape tiada foreground itu seperti sayur tidak gunakan garam!

Ini salah satunya panduan photografi landscape yang paling penting.

 

Pakai Tripod

 

Barang yang ini benar-benar masalah. Dibawa berat, ditinggalkan kelak menyesal.

Tetapi lebih bagus sedikit menambahkan beban, dibanding menyesal cocok sampai rumah.

Oh ya, pakai cable release atau self timer bersama mirror lock up supaya camera betul-betul tidak goyang. (bertanya mas google kalau tidak tahu hehe)

Sebab waktu kita mendesak shutter juga camera dapat turut sedikit bergetar.

 

Optimalkan Depth of Field (DoF)

 

Photo landscape biasanya tajam dari ujung ke ujung.

Oleh karena itu sering kita memakai aperture f/8 kebawah, bahkan juga sering f/22

Gunakan konsep hyperfocal distance untuk diafragma maksimal yang bergantung keadaan. Supaya tidak selamanya di status minumum, sebab pada status itu hasil photo akan condong soft.

 

Tangkap pergerakan alam

 

READ  7 Cara Jitu Untuk Menjadi Seorang Fotografer

Kemungkinan beberapa orang berpikir photo landscape ialah photo yang tenang, nyaman, kalem…

Tetapi kita dapat menambah sedikit “sinetron” pada photo landscape kita. Bisa berbentuk ombak di laut, pohon yang tertiup angin, awan yang berjalan, dll.

Dalam tangkap pergerakan semacam ini, diperlukan beberapa perlengkapan simpatisan seperti filter ND (neutral densitas) dan tripod.

Bila kita sukses tangkapnya, photo landscape kita akan berasa “otherworld” dengan mood yang paling kuat.

 

Bekerja bersama dengan cuaca

 

Cuaca tidak bisa kita perkiraan. Kita hanya dapat menanti saat yang pas untuk memfoto.

Umumnya pemula berpikir photo landscape yang baik ialah di saat hari yang ceria.

Ini tidak seutuhnya salah, di sini telah diterangkan tipe – tipe photografi landscape. Photo yang diambil waktu hari ceria telah terbiasa dan biasa jadi photo ‘kalender’ atau ‘postcard’.

Bila kita pengin photo landscape yang sedikit berlainan, memfotolah di saat cuaca yang tidak biasa.

Misalkan waktu berlangsung badai, mendung, setelah hujan, langit gelap dengan sedikit cahaya matahari, dan keadaan “extrem” yang lain.

 

Golden hour dan Blue Hour

 

Sinar dari samping akan memberikan satu dimensi dan struktur yang kuat untuk satu object.

Dalam photografi landscape, sinar dari samping tampil waktu pagi hari dan sore hari. Di saat ini, warna – warni nampak sangatlah baik dan landscape nampak benar-benar hidup.

Sesudah golden hour (sore), jangan kelarkan camera dahulu. Tunggu sesudah matahari tenggelam. Saat sebelum gelap warna langit akan biru pekat, yang tidak kalah cantik.

 

Garis dan wujud

 

Bermainlah dengan komposisi. Garis menjadi focal poin yang paling kuat sebab menolong mata kita mencari photo landscape kita.

READ  Belajar Photography Digital Dengan Gampang

Garis bisa memberi kedalaman ruangan yang mengagumkan, perspective yang lain. Dapatkan garis dalam photo anda dan buat jadi itu kemampuan yang luar biasa!

 

Shoot in bad light

 

Kadang benar-benar kita kurang mujur. Tetapi, coba masih memfoto.

Cuaca yang jelek kadang memberi mood yang lain. photo kita jadi lain dari lainnya.

 

Tukar perspective

 

Eksplorasi.

Jangan cuman terdiam pada satu titik. Dapatkan view yang lain, coba view sejajar dengan tanah, atau naik ke atas pohon.

Diamkan imajinasi anda mengucur dan cari view yang sesuai visualisasi dan imajinasi anda.

 

Mengambil detil dari landscape

 

Landscape bukan hanya wide-angle.

Lensa apa dapat untuk mememfoto landscape. Dimulai dari fish-eye sampai super telephoto.

 

Pakai Filter

 

Filter harus yang semestinya digunakan beberapa landscaper ialah Bertahap ND dan Polarizer.

Bertahap ND untuk mengatur exposure langit yang begitu berlebihan dibandingkan dataran. Memiliki bentuk hitam di atas dan terbuka di bawah.

Sedang Polarizer bermanfaat untuk hilangkan refleksi sinar matahari pada benda. Sama dalam batu-batuan yang terserang air. Bisa juga membuat langit bertambah lebih biru.

 

Pakai Tehnik HDR (High dynamic range)

 

Bila pemakaian filter tidak mungkin, tehnik HDR dapat dipakai.

Triknya ialah ambil beberapa photo dengan kisaran exposure berlainan, selanjutnya menyatukannya.

Dapat dengan manual blending atau memakai software seperti photomatix atau photoshop.

Jangan begitu lebay waktu mengolah photo HDR. Pakai supaya photo nampak alami, bukan seperti kartun tiga dimensi.

You May Also Like

About the Author: Nice