10 Panduan Photography Arsitektur Untuk Pemula, Estetik dan Instagrammable

10 Panduan Arsitektur Untuk Pemula

Photografi arsitektur sekarang disukai beberapa orang. Faktanya, tampil bermacam museum dengan design yang unik dan cafe estetik. Disamping itu, makin banyak juga orang yang berkunjung bangunan-bangunan untuk hunting photo.

Mengaplikasikan photografi arsitektur sesungguhnya susah-susah gampang. Kita perlu mendapati angle yang pas, tidak biasa, dan menunjukkan object sekalian. Karena itu, bila kamu terhitung pemula dalam sektor ini, yok baca tipnya!

 

10 Panduan Photography Arsitektur Untuk Pemula

 

Penelitian lokasi yang kamu datangi sesaat akan memfoto

 

Penting untuk mengenali lokasi yang kita datangi untuk hasilkan photo yang bagus. Cari gambar-gambarnya di mesin perayap dan sosial media.

Kamu akan mendapati bermacam photo orang yang lain menjadi idemu. Tidak itu saja, penting juga untuk cari tahu asal mula, peristiwa tarik, dan cerita-cerita lain mengenai bangunan itu untuk menambah kerangka.

READ  Menyaksikan Perihal Refotografi

 

Samakan model portrait atau landscape dengan object yang pengin diamankan

 

Bila kamu pengin tangkap gambar dari menara, portrait ialah opsi yang pas. Sedang saat kamu pengin memfoto bangunan datar di lokasi yang jauh, kamu dapat coba memakai landscape. Kuncinya ialah coba-coba mana tujuan yang paling sesuai object.

 

Tangkap gambar di beberapa keadaan sinar

 

Sinar alami dari matahari bisa memberi dampak yang berbeda pada gambar kita. Dia akan hasilkan pojok, bayang-bayang, dan penampilan tiga dimensi yang tarik waktu kita mendapati saat yang pas.

Untuk melakukan, kita perlu ambil gambar di beberapa keadaan. Dimulai dari pagi, siang, sore, sampai mendekati malam. Ditanggung, kamu akan memperoleh bermacam sudut pandang tarik.

 

Lihat elemen garis ketika tangkap gambar arsitektur

 

Salah satunya komponen photo yang perlu ditonjolkan waktu memfoto bangunan ialah garis-garisnya. Garis vertikal sebaiknya vertikal. Begitupun untuk horizontal. Yakinkan kamu memperoleh elemen garis yang keras di cameramu.

READ  Pemahaman Architectural Fotografi

Salah satunya trick yang dapat kamu kerjakan untuk tangkap gambar keseluruhannya dengan memberi jarak di antara bangunan dan status berdirimu. Dengan demikian, bangunan akan nampak lebih keras.

 

Pakai camera menjadi mata kita

 

Waktu kita menyaksikan dengan mata, bangunan akan nampak sama juga. Untuk memperoleh sudut pandang yang lain, coba pakai camera menjadi “matamu”. Tujukan camera ke sisi atas bangunan, ke ujung, dan detil-detail spesifik.

 

Tunjukkan detil-detail yang menarik

 

Untuk menunjukkan detil dari satu object, umumnya beberapa photografer akan ambil angle close up. Kamu dapat memperoleh gambar yang lain dari tangkapan seseorang. Lihat di seputar bangunan, umumnya ada ukir-pahatan yang tarik, gagang pintu yang tidak biasa, atau bahkan juga skema yang berada di dinding bata.

Baca juga selengkapnya Photografi Arsitektural Memakai Panjang Konsentrasi Telefoto 

 

Coba tambah object manusia dalam gambar

 

Meskipun kamu pengin konsentrasi pada arsitektur, tidak ada kelirunya lho untuk menambah object berbentuk manusia. Dia tidak kurangi keelokan gambar sebab pada intinya bangunan benar-benar direncanakan untuk manusia. Photografi arsitektur dengan object tambahan akan menambah dimensi dan membuat photo bertambah hidup.

READ  Tips Memfoto Photo Hitam Putih Bagus

 

Lihat refleksi dari object

 

Elemen refleksi dalam photografi arsitektur menjadi rekan terhebat atau lawan paling besar, tergantung pada bagaimana kita memakainya. Saat digunakan secara baik, refleksi akan menambahkan kedalaman photo. Namun, bila kita tidak dapat memakainya, gambar juga jadi tidak terang.

 

Taruh gambar di tiga titik golden ratio

 

Golden ratio ialah tiga titik yang tampil waktu kamu membagi photo jadi grid. Lihat gambar di atas untuk lebih detilnya.

Bukannya tempatkan object di tengah-tengah, tempatkan mereka pada tiga titik itu. Ini berperan untuk memberi ruangan pada photo itu.

 

Benahi gambar waktu pascaproduksi

 

Proses pascaproduksi benar-benar diperlukan untuk memperoleh hasil photo yang baik. Kamu dapat mengendalikan sinar, kontras, menukar warna yang kurang cocok, dan sebagainya.

Harus dipahami jika photografer profesional juga melakukan. Maka janganlah berasumsi jika koreksi itu cuman untuk photo yang buruk ya

You May Also Like

About the Author: Nice